ask me anything   Submit   twitter   facebook   formspring   myspace   

RANDOM FEEL | RANDOM MOOD | RANDOM LIFE
Dwi Marcellya | @dwimarcellya | march 18th 1992 | Indonesian | Girl | insomnia addict

twitter.com/marsheliaaa:

    10 to-do list before I die

    1. Kissing with my boy in the middle of rain
    2. Eat every delicious food in this world
    3. Go to Paris
    4. Keliling Indonesia
    5. Kill everybody that I hate
    6. Take picture with Rio Dewanto, Robert Downey Jr. And Pevita Pearce
    7. Meet Pevita Pearce
    8. Dinyanyiin sama cowo lagu marry me atau you’re my everything di pinggir pantai
    9. Main di Dufan tapi cuma berdua sama pacar waktu malam hari.
    10. Meninggal di dalam pelukan pemilik hati gue pada saat itu

    — 6 months ago
    Renungan

    Jika akhirnya dipisahkan, mengapa dipersatukan?

    jika akhirnya diambil kembali, mengapa harus diberikan?

    Jika akhirnya dilukai, mengapa harus menyayangi?

    Jika akhirnya harus berjalan di jalur masing-masing, mengapa harus ada kebersamaan?

    Jika akhirnya harus meninggalkan, mengapa harus ada sebuah kedatangan?

    Jika akhirnya harus mengamini kepergian, mengapa harus ada doa meminta kebersamaan?

    Jika akhirnya dipisahkan karena perbedaan, mengapa harus dipersatukan kesemuan?

    Jika akhirnya berpisah karena keadaan, mengapa harus dipersatukan dengan keadaan pula?

    Jika akhirnya membenci karena sudah berpisah, mengapa bersatu karena sebuah kecintaan?

    Jika akhirnya menyerah kalah akan perjuangan, mengapa harus yakin akan menang sebelum memulai?

    Jika akhirnya yang abadi hanya kenangannya, mengapa harus membuat moment?

    — 6 months ago
    "Aku ingin tertidur dan terbangun di kelopak matamu, sehingga aku menjadi orang yang pertama yang kamu lihat ketika kamu terbangun dan orang terakhir yang kamu lihat sebelum kamu tertidur."
    — 6 months ago
    "Jika aku memimpikannya tapi aku tidak mengenalnya secara fana itu artinya dia tak pernah tergapai. Jika aku memilikinya tapi tidak pernah memimpikannya jelas saja itu lebih dari cukup. Dan jika aku memilikinya sepanjang hidup dan memimpikannya ketika aku memejamkan mata jelas saja itu anugrah paling indah untuk melengkapi hidup"
    — 6 months ago
    Katanya…

    Kata orang apa yang terjadi di dunia ini semua ada pertandanya. Hanya saja manusia tidak bisa menyadari pertandanya. Ya, kadang-kadang sih..

    Kata orang masa depan bergantung sama apa yang terjadi sekarang. Apa yang kamu lakukan hari ini berdampak sama masa depan kamu nanti.

    Tapi katanya juga masa depan siapa yang tahu. Tidak ada yang tahu masa depan seperti apa. Tetapi kenapa ada orang yang begitu yakin, akan masa depannya. Akan siapa orang yang akam mendampinginya di masa depan, dan dengan mantapnya berkata “saya punya masa depan dan saya yakin saya sedang menuju ke arah sana.”

    Aneh, begitu yakinnya akan masa depan yang sebenarnya masih hitam buram, tapi saat kamu tahu bahwa seseorang meletakkanmu di masa depannya, dan dia meyakini itu, kamu pun harus yakin mungkin dia adalah orangnya.

    That’s the power of believe…

    — 6 months ago
    "Bahkan aku mulai membenci Indonesiaku, hanya karena ia tidak bisa mempersatukan kita berdua"
    — 6 months ago
    Dikelilingi tembok dan didampingi alunan musik

    “Namun semua apa mungkin, iman kita yang berbeda. Tuhan memang satu, kita yang tak sama. Haruskah aku lantas pergi, meski cinta takkan bisa pergi - Peri Cintaku (Marcell)

    Nyatanya ketakutan saya pun belum berakhir, ketakutan yang seharusnya tidak perlu saya rasakan. Ketakutan akan sesuatu yang sengaja Tuhan beri untuk saya saat sedang hancur-hancurnya hati saya saat itu, dan dengan sengaja pula Dia dengan sembarangan membuat saya jatuh cinta dengannya, dengan dia yang seharusnya tidak pernah dipersatukan dengan saya.

    Dan dengan sengaja pula Tuhan menepuk pundak saya untuk menyadarkan saya, menyadarkan atas segala perbedaan di antara kami berdua, di antara kami kedua makhluk ciptaanNya. Ya Tuhanku, sebelum aku merasa kehilangannya, separuh raga ini hilang maknanya, separuh dari jiwa ini rapuh adanya begitu aku tersentak untuk sadar dan bangun dari segala mimpi yang terlalu indah ini.

    Ya Tuhanku, seperti inipun keadaannya sekarang aku tak pernah siap, untuk merasa kehilangan yang bukan sama sekali kesalahanku. Ya Tuhanku, air mataku tak mampu membalikkan keadaan, mambayar mahal semua memori dan kenangan yang telah saya bentuk rapi bersama dia. Ya Tuhanku, demi namaMu segala perbedaan ini melukaiku.

    Ada senyumnya yang tidak mampu aku tinggalkan, ada rangkulan tangannya yang tidak sanggup aku lepaskan, ada pelukan hangatnya yang tidak sanggup aku gantikan dengan apapun, dan ada semangat-semangatnya yang tidak bisaa aku hindarkan.

    Jika pada akhirnya saya dipisahkan dengannya karena ini, mengapa Tuhan memberikan rasa begitu pekat candunya dari dirinya untuk saya? Mengapa saya dibiarkan untuk merasakan euforia rasa bahagia sementara yang pada akhirnya saya paham, ini hanya sebuah kesenangan?

    Jika saya diajak belajar hidup dengannya, mengapa saya dibiarkan hidup lama bersama dia di setiap hari-hari saya, dalam hitungan puluhan bulan, ratusan jam, ribuan menit, dan jutaaan detik?

    Jika seharusnya saya tidak boleh bersamanya, mengapa saya disediakan waktu begitu lama untuk mengenalnya, merasakan kesenangan dan kesedihan darinya, atau hanya sekedar mengecap rasa bibirnya semata?

    Ya Tuhanku, ini berat. Mengingatnya pun saya tidak sanggup. Bahkan untuk mengetahui bahwa cerita saya dengannya harus segera tutup buku pun saya merasa begitu terpukul.

    Ya Tuhanku….
    Ah, bahkan saya pun sudah tidak sanggup berkata-kata.


    Jakarta, 16November 2012

    Selamat malam

    — 6 months ago